Tag Archives: ngaji islam

[Ngaji Islam] Segera Renungkan…Sebelum Keduluan Mati !

Sebagai seorang rider, mungkin kita pernah secara langsung melihat kecelakaan yang berakhir pada kematian. Kalaupun tidak, pastinya kita sering mendengar kejadian dan kisah-kisah kematian di jalan, baik melalui media sosial, ataupun cerita teman saat nongkrong. Dan memang kehidupan seorang rider sangat dekat dengan kematian, bahkan hanya sekian milimeter atau sekian mili detik saja.

Oleh karena itu saudaraku muslim tercinta, sebelum kematian menjemput kita kapan saja mari kita merenungi beberapa nash dari Al Qur’an dan hadits shohih berikut ini

  • Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan
    sebenar-benar takwa kepada-Nya. Dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (QS 3 Ali ‘Imron ayat 102)
  • Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS 2 Al Baqoroh ayat 208)

Dalam renungan kita, mari kita bertanya

“Apakah kita sudah menjadi orang Islam ?”

“Apakah dengan dituliskannya kolom agama Islam, sudah menjadikan saya orang Islam ?”

“Apakah dengan hanya ucapan ‘saya muslim’, sudah menjadikan kita orang Islam ?”

Ternyata tidak wahai saudaraku, Islam perlu pembuktian, bukan cuma tulisan di KTP dan bukan cuma ucapan juga bukan karena keturunan. Apa buktinya ? Buktinya adalah

Jika dihadapan kita diberikan dua jalan, yaitu jalan yang lurus yang ditunjukkan oleh Allah dan Rosul-Nya (shirothol mustaqqim) dan jalan syaithon, mana yang kita pilih ? Jika memilih jalan Allah dan Rosul-nya, maka kita memilih untuk menjadi muslim, dan sebaliknya.

Dan yang demikian banyak dijumpai dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya, masalah sederhana yang sering kita lakukan yaitu “makan”;

  • Perintah Allah dan Rosul-Nya menggunakan tangan kanan
  • Menggunakan tangan kiri seperti syaithon yang terkutuk

Kita pilih yang mana ? Begitu pula dengan kegiatan yang lain yang melibatkan kegiatan hati (cinta, benci, berharap dan cemas), ucapan dan anggota badan.

Kalaupun kita tidak bisa melakukan semua perintah Allah dan Rosul-Nya, maka niatkanlah untuk melakukannya. Jangan malah membenci perintah tersebut, demi menuruti hawa nafsu dan ajakan syaithon. Karena jika demikian maka kita bisa termasuk dalam golongan yang memusuhi syari’at Allah Subhanahu wata’ala. Dan takutlah, jika kita tidak berusaha ber-Islam secara kaffah, justru saat kematian datang ketika kita sedang berada di dalam jalan syaithon, alias mati su’ul khotimah, naudzubillah.

Semoga yang sedikit ini bisa menjadi nasihat bagi admin motogokil sendiri, dan juga bagi para pemirsa.

Yang salah datang dari diri al fakir admin motogokil dan syaithon, sementara semua yang benar datang dari Allah subhanahu wa ta’ala. Semoga Allah mengaruniakan kita ilmu yang bermanfaat, rizki yang barokah dan amalan sholeh yang diterima, aamiin.

Akhiru kalam, wassalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh.

 

[Ngaji Islam] Bolehkah Rider Muslim Monceng Wanita yang Bukan Mahramnya ???

boncengan

 

mukadimah4

Bro n sis yang semoga disayangi dan dikasihi Allah SWT

Tentunya kita sebagai rider pernah membonceng/berboncengan dengan wanita yang bukan mahramnya, pertanyaannya adalah, hal tersebut halal atau haram ? Boleh atau tidak dilakukan sebagai seorang rider muslim ?

Sebelum menjawab, kita harus tahu dulu mana wanita yang termasuk mahram mana yang tidak. Berikut ini perinciannya, mereka kita bagi menjadi tiga kelompok (Surat An Nisa 22-23).

Kelompok yang pertama ada tujuh golongan: Continue reading

[Ngaji Islam] Keutamaan Silaturahim

mukadimah4

Sebelumnya ane ingin menyampaikan bahwa admin blog motogokil ini, menulis artikel tentang ngaji Islam, bukan karena lebih berilmu, bukan juga karena sudah banyak amal sholih nya. Bahkan ane sebagai manusia biasa yang penuh kekurangan dan dosa, masih jauh dari maqom ‘alim dan sholihin. Artikel ini ane tulis semata-mata ingin manjalankan perintah Allah SWT : “…saling menasehati di dalam kebenaran dan saling menasehati di dalam kesabaran. Juga perintah dari Rosululloh SAW : “…sampaikan dariku walau satu ayat”.

Berhubung suasana Ramadhan dan Lebaran (‘Iedul Fithri) masih kental, maka pagi ini ada baiknya kita isi dengan kajian tentang fadhilah (keutamaan) silaturahim, pas kan ?

Menjelang ahir Ramadahan sampai sekarang kaum muslimin disibukkan oleh kegiatan yang sangat baik yaitu silaturahim, mengunjungi sanak famili, khususnya ibu dan bapak di kampung halaman. Dan seperti biasanya kegiatan tersebut digunakan untuk melepas rindu, berjabat tangan, berpelukan sebagai ungkapan kebahagian bisa bertemu kembali.

Silaturahim memang di-syari’atkan dalam Agama Islam dang bernilai ibadah serta memiliki keutamaan yang sangat besar. Tentunya jika dikerjakan dengan Continue reading

[Ngaji Islam] Berbakti Kepada Orang Tua Adalah Mata Air Keberkahan Hidup di Dunia dan Akhirat

kasih ibu

mukadimah4

Artikel ini ane dedikasikan bagi Ibunda yang telah wafat beberapa bulan yang lalu. Semoga Allah SWT mengampuni semua dosanya, menerima amal sholehnya, menghindarkannya dari  siksa kubur dan memasukkannya ke surga kelak. Semoga pula ane dijadikannya sebagai anak yang sholeh yang berbakti kepadanya (juga kepada bapak ane) pada saat mereka hidup dan ketika mereka telah mati. Semoga pula dijadikan oleh Allah SWT anak dan keturunan ane manusia-manusia sholeh-sholihah pemimpin orang-orang yang bertaqwa, aamiin.

Sesungguhnya berbakti kepada orang tua menjadi suatu amalan yang berkedudukan sangat tinggi dalam syari’at Islam. Sangkin tingginya berbakti kepada orang tua digandengkan dengan amalan yang teragung yaitu mentauhidkan dan tidak mensekutukan Allah SWT.

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (Qs. Al-Israa: 23)

Begitu tingginya tingkatan amalan berbakti kepada kedua orang tua, sebanding dengan keutamaannya di sisi Allah SWT. Sehingga berbakti kepada kedua orang tua dapat mengantarkan sang anak pada kebaikan-kabaikan yang sangat besar. Perhatikan beberapa hadist yang menggambarkan betaapa besarnya keutamaan berbakti kepada orang tua : Continue reading