Tag Archives: CDI

[ECU] Mapping Waktu Pengapian, Mengapa Tergantung Pada Putaran Mesin? (Why Spark Ignition Timing Depending on Engine Speed?)


mapping ignition timing

Assalamu’alaikum wR wB,

dan salam sejahtera bagi kita semua. Semoga kita semua selamat dalam perjalanan sampai ke tujuan


Kita ketemu lagi bro, setelah masa2 pembersihan diri, kini kita masuki masa peningkatan diri. Salah satunya mungkin dengan artikel ini. Kita ketahui bersama baik ECU maupun CDI, basis kerja utamanya (variable bebas yang paling penting) adalah “putaran mesin” (engine speed), sering kita istilahkan dengan “rpm”. Naik-turunnya waktu pengapian tergantung pada naik-turunya rpm mesin, kemudian variable lain masukan dari sensor2 (TPS, MAP, IAT, O2, IAP, Knock sensor, dll) menjadi pengkoreksi (fine tuning) terhadap waktu pengapian tersebut sehingga semakin pas, sesuai yang diinginkan. Nah yang jadi pertanyaan ; “ Apa hubungannya engine speed (rpm) dengan waktu pengapian?”

Dan kalo kita bisa menemukan jawabannya, maka seting pengapian kita akan mendekati optimal. Dan untuk optimalnya kita perlu memperhitungkan masukan sensor2 yang lain. Inilah yang programkan dalam mapping di CDI/ECU, baik yang standar maupun racing. Ok, bro semua, mari kita mulai…

Pada dasarnya waktu pengapian (ignition timing) ditentukan untuk mendapatkan pembakaran yang optimum, dengan demikian diharapkan akan mengahasilkan power yang maksimum dan emisi gas buang yg minimum di semua rpm. Akan tetapi penentuan waktu pengapian ini dibatasi oleh knocking dibagian atas dan kerugian kompresi dibagian bawah. Kira2 ilustrasin seperti ini

SA on MTB Continue reading

Advertisements

[ECU] Capacitive Discharge Ignition (CDI), Cikal-Bakal Memahami ECU

cdi timing pengapian performa

Assalamu’alaikum wR. wB.

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan.

Halo bro semua, kembali kita ngobrol2 dengan materi yang cukup berat nih. Ya… iseng2 sambil nunggu penayangan motogp, sekitar jam 3.45 besok pagi (sekalian sahur). Kali ini kita ngobrol2 tentang system pengapian (Ignition system), khususnya CDI. Part CDI ini sering kita denger, baca, lihat di berbagai media, tapi terkadang masih banyak yang nggak ngerti cara kerjanya, termasuk ane.

CDI merupakan sistem penunjang mesin bakar yang sangat fital. Jika lampu mati, kita masih nyantai. Jika klakson mati nggak masalah. tapi jika CDI matilah motor kita, bagi yang matapencariannya menggunakan motor, maka bisa2 matilah dapur kita. CDI merupakan system pengapian yang dikembangkan untuk menggantikan system pengapian platina (Honda c70 yg ori, masih pake system ini). Prinsip kerjanya sebenarnya sama, tapi dengan beberapa kelebihan, yang secara ringkas dapat dijelaskan dalam diagram blok berikut.

cdi basic

Sistem pengapian CDI terdiri dari komponen utama yaitu :

  1. Kapasitor (Cign) yang akan dimuati tegangan tinggi 300-400v,
  2. Silicon Controlled Rectifier (SCR) sebagai saklar untuk mengosongkan kapasitor dan
  3. Rangkaian conditioning, yaitu pengkondisi sinyal pulsar untuk mentriger SCR saat memulai pengosongan. Continue reading