Motor Matik + Turunan Panjang = Maut ?

Diposting pada

motogokil.com – Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan.

Sangat mengerikan memang, jika sedang dalam posisi turunan tiba-tiba rem blong. Apalagi motor matik yang tidak memiliki engine brake (pengereman mesin) sangat berbahaya, karena tidak ada lagi yang mampu menghentikan laju motor. Akhirnya rider hanya mampu untuk mencoba mengendalikannya menabrak sesuatu yang dianggapnya paling aman.

Rem blong yang terjadi pada rem cakram disebabkan pengereman yang terus menerus. Akibatnya cakram dan kaliper menjadi sangat panas dan kemudian panas tersebut membuat minyak rem mendidih. Karena mendidih akhirnya terkadi penguapan dan kaliper atau selang rem terisi gas hasil penguapan, yang menyebabkan tekanan dari master rem menjadi kempos dan akhirnya rem blong.

Berikut ini panampakan beberpa kecelakaan akibat rem blong bagi pengerara motor skutik (skuter matik)

Bablas karena rem blong di jalur Batu-Pacet Jawa Timur

Bablas karena rem blong di jalur Sitinjau Lauik Sumatera Barat

 

Sangat sering terjadi rem blong di jalur batu-pacet, jalur alternatif dari malang menunju mojokerto jawa timur. Sehingga manyarakat sekita yang baik hatinya menyediakan run-away bagi yang bablas di bagian lurus jalur tersebut. Kemudian diberi sejenis gravel, mungkin dari pasir dan bekas serutan kayu untuk mengurangi kecepatan. Dan agar para korban tidak masuk jurang, diberi penghalang berupa karung-karung berisi material empuk yang jika ditabrak oleh motor akan menyelamatkan motor dari kerusakan dan menyelamatkan pengedara dari cedara parah.

 

Yang masih belum ada jalur run-away seperti yang ada di pacet adalah jalur turunan yang ada di tikungan sitinjau leuik sumatera barat. Malahan di bagian tersebut terparkir banyak motor yang sangat membahayakan bagi korban rem blong. Dan bagian penghalangnya kurang safety karena merupakan buk beton batu kali yang sangat keras. Sehingga jika motor yang remnya blong menabrak buk tersebut, motor akan remuk terutama bagian depannya, dan orangnya akan terpental meloncati motor dengan sangat keras.

 

Motor matik beresiko di jalan turunan panjang.

Jalan turunan yang panjang akan menjadikan rider sering menekan handle rem. Dan sebenarnya gejala rem blong tidak terjadi tiba-tiba, tapi berangsur-angsur, dan ini harus diwaspadai. Jika merasakan rem mulai kurang menggigit, pertanda rem akan sgera blong, maka harus segera minggir dan mencari tempat aman untuk mendinginkan perangkat rem, baik cakram, kampas rem maupun cairan hidrolik. Biarkan saja, dan membutuhkan waktu sekitar 30 menit, maka rem akan kembali berfungsi normal.

Untuk motor matik lebih beresiko karena engine brakenya sangat kecil, itu juga kalau dikendarai denagn benar. Yaitu cvt diusahakan tetap bekerja, dengan kecepatan rendah, tapi bukan stasioner, hal ini dapat dirasakan pengendara. Jika salah cara mengendarainya, maka engine brake hampir tidak ada. Akibatnya rider akan terus-menerus menekan handle rem, dan akhirnya blong.

 

Motor sport modif ban cacing juga beresiko bablas

Motor sport yang dimodifikasi ban cacing juga beresiko menghadapi bablas. Bisa karena rem blong akibat pengereman yang terus menerus, bisa juga karena ban slip karena licin dan tapak ban yang kecil. Seperti yang dialami oleh ninja ini, di jalur batu-pacet.

 

Pengalaman pribadi rem blong

Iwf sendiri pernah mengalami rem cakram/hidrolik yang blong, yang terjadi saat iwf mengendarai suzuki satria fufi dan juga suzuki gsx r150. Kejadian ini menimpa saat iwf memacu secara agresif satria fufi di jalur pegunungan antara pujon-pare. Terasa blong saat di daerah kandangan, ketika ada truk mengerem tiba-tiba di tikungan. Untung rem depan masih pakem sehingga terhindar dari nabrak bak belakang truk.

Kejadian yang sama saat iwf memacu secara agresif suzuki gsx r150 antara rumah dan kampus. Terjadi gas-rem (akselerasi dan deselerasi) yang intesif. Sehingga tidak ada waktu untuk piringan cakram-kampas rem-cairan hidrolik untuk mendingin (murunkan suhu). Dan sampai jalan suhat sebelum pertigaan jalan coklat, terasa bah rem belakang sudah blong. Untuk rem depan masih ok, sehingga nggak perlu istirahat untuk mendinginkan mesin. Tinggal gantian saja, rem depan yang banyak bekerja.

 

Boncengan akan mempercepat rem blong

Kejadian rem blong akan semakin besar kemungkinannya jika motor dikendarai dengan beban yang berat, misalnya berboncengan. Karena pekerjaan rem cakram akan semakin keras, sehingga suhu akan lebih cepat naik. Jika pengereman berlangsung intensiv, maka rem bisa segera blong. Lebih cepat jika dibandingkan naik motor sendirian.

 

Baca juga :

Semoag bermanfaat, wassalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh.

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan