Pantesan Banyak yang Bikin SIM C Nembak….

Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan.

Sudah selayaknya seseorang yang mau menggunakan motor di jalan umum punya sim c. Karena ketika ia sudah berhasil memperoleh sim c berarti ia sudah dianggap mampu mengendalikan motor di jalan umum. Baik secara pengetahuan, skill maupun emosional.

Akan tetapi mendapatkan sim c, tidaklah mudah. Banyak yang gagal saat ujian praktek. Bahkan rider yang sudah bertahun-tahun pun belum tentu bisa lulus ujian praktek. Dan yang lebih parah lagi, yang biasanya menilang dan bertanya ” Maaf pak, bisa lihat surat-surat-nya (SIM dan STNK) ? “, pun tidak lulus dalam ujian praktek.

Hal ini terbukti dari dari sebuah even yang diselenggarakan di Polres Sragen. Dari enam Kapolsek dan tiga Babinkamtibmas yang mencoba rintangan ujian praktik SIM dengan sepeda motor Polres itu, semuanya tumbang. Bahkan beberapa Kapolsek terjatuh karena kehilangan keseimbangan saat gagal menghindari rintangan traffic cone yang dibuat melingkar, angka 8 dan jalur lurus tersebut [sumber].

Apakah ini artinya tes praktek tersebut terlalu sulit buat masyarakat awam?Karena jangankan orang awam, aparat penegak hukum yang berkecimpung dengan lalu-lintas sekalipun banyak yang gagal lulus dari tes praktek sim c ini. Jadi jika pak polisi tidak bisa memastikan semua anggotanya lulus sim-c, bagaimana mau menindak masyarakat ?

Masyarakat harus meluangkan waktu kerjanya dan tenaganya untuk mentaati hukum. Ikut tes prkatek sim c ini, tapi kalau berkali-kali tes tetap gagal maka wajar jika akhirnya masyarakat frustasi, akhirnya nembak juga ujung-ujungnya. Karena ujian yang berulang-ulang dan selalau gagal mengganggu aktifitas kerjanya.

Barangkali kepolisian perlu mengevaluasi ujian praktek tersebut. Apa memang ujian yang seperti itu yang dibutuhkan untuk memperoleh sim-c. Jika ya, maka polisi-polisi yang tidak lulus sim-c harus dicabut sim-C nya dan dilarang naik motor di jalan umum. Karena pak polisi harus bisa menjadi contoh bagi masyarakat.

Mohon maaf jika ada salah dan kurangnya. Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wa rochmatullohi wabarokatuh.

 

5 Komentar

  1. Kalo terkait skill riding, cukup yg dasar aja deh, spt soal nyalain lampu sein dan ngerem.
    Justru yg jauh lbh penting diuji adalah pemahaman rambu dan marka jalan, plus ETIKA berkendara dijalan umum

  2. Ane setuju, testnya terlalu sulit bagi kebanyakan org yg sebenarnya sudah terbiasa bawa motor sekalipun. Testnya tidak relevan & akhirnya tergiring untuk nembak

  3. Semoga sulit itu memang sesuai kebutuhan bukan agar masyarakat melakukan nembak, semoga saja tidak,

    Seharusnya bisa memanfaatkan fasilitas cctv dengan pihak polisi memasang didaerah2 tertentu, untuk dilewati saat ujian jadi ujiannya keliling daerah yg ditentukan setelah itu di nilai layak tidak orang itu mendapatkan sim.

  4. lebih penting marka dan etika berkendara dari pada slalom begitu sebetulnya, salah satu alasan kenapa skarang semrawut adalah karena banyak pengendara motor/mobil yag acuh ama marka dan gak punya etika di jalan.

  5. Bener banget. Saya saat ini sedang ngikutin uji praktek di polres sidoarjo .alhamdulilah…hasil nilainya 0 besar. Alias tidak lulus praktek sebanyak 4 kali .gagal terus. Habis bagaimana orang kita itu ngurus sim c. Bukan di latih sirkus dan akrobat begitu. Apa ini bukan namanya mempersulit urusan. Katanya sim itu penting untuk di jalan. Lah klo caranya begini masyarakat yg di buat susah. Mohon dong bp polres yg berwenang janganlah mempersulit pembuatan sim c itu. Harusnya one day harus celar. Sesuai jiwa dan semangat serta visi misi Polisi. Mengutamakan pelayanan masyarat. Begitu seharusnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.