Dilema Blogger Diantara Pabrikan, Salesmen, Fansboy dan Konsumen

ganti-oli-bloger

blogger position

Assalamu’alaikum wR wB

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan

Semenjak kegiatan nge-blog menjamur, terutama blog otomotif, khususnya roda dua, keberadaan blogger semakin diperhitungkan. Apalagi dikaitkan dengan bisnis roda dua di tanah air yang omzetnya mencapai puluhan triliun rupiah, tentunya blogger punya peran penting di dalamnya. Terbukti ada beberapa blogger yang sempat mejadi narasumber pada suatu acara tv nasional, saat membahas permasalahan roda dua.

Menjadi seorang blogger otomotif tentunya tidak mudah, tetapi juga tidak susah. Tergantung apa motivasinya, jika hanya sebagai penyampai informasi pabrikan yang bersifat resmi, tentunya mudah saja, tinggal di broadcast berita dari pabrikan. Akan tetapi jika motivasinya adalah ingin memberikan informasi yang mampu memberikan pencerahan kepada pembacanya, tentunya menjadi blogger adalah sebuah tantangan besar. Mengapa demikian ? Karena seorang blogger dengan motivasi seperti ini harus ..

  1. Mereview suatu produk otomotif berdasarkan informasi yang benar, baik dirasakan sendiri, informasi resmi maupun informasi dari sumber lainnya. Untuk mendapatkan informasi seperti ini blogger harus berjuang membangun link dengan informan. Bahkan untuk keperluan tertentu blogger harus menghadang bahaya dalam melakukan perjalanan ke tempat tertentu, testride, yang juga memerlukan biaya, waktu dan tenaga.
  2. Untuk memberikan penjelasan terhadap suatu sistem, blogger harus banyak mencari informasi, membaca dan belajar agar informasi yang diberikannya mampu memberikan pencerahan kepada konsumen/calon konsumen
  3. Blogger harus tahan terhadap tekanan komentator yang terkadang merangkap sebagai salesĀ  atau sebagai fansboy suatu produk tertentu. Sehingga seorang blogger seharusnya tetap mampu memberikan gambaran positif dan negatif suatu produk dengan adil, meskipun ada komentator yang tidak suka.
  4. Blogger harus tahan terhadap godaan pabrikan sehingga mampu memberikan penjelasan yang transparan, meskipun informasi itu berupa kekurangan produk tertentu. Dan lain-lain

Jika hal ini tidak dilakukan oleh seorang blogger, maka ia tidak akan mampu memberikan informasi secara komprehensif dari suatu produk, kepada pembacanya. Blogger hanya akan memberikan informasi positif suatu produk, tanpa berani memaparkan sisi negatifnya. Padahal sisi negatif ini kadang sangat fital dan membahayakan konsumen. Atau sebaliknya, blogger hanya bisa memberikan kritik pada kejelekan suatu produk tanpa mampu memberikan solusi.

Terlepas dari itu semua, blogger adalah manusia biasa. Bisa benar, bisa juga salah, begitu pula dengan ane sebagai pengasuh motogokil.com. Hanya saja (menurut) ane sebaiknya diusahakan jangan sampai terlalu salah (meminimalisir kesalahan). Dan kalau sudah berada dalam kebenaran, maka janganlah terpengaruh oleh tulisan-tulisan komentator yang ingin menyelewengkan dari kebenaran. Karena memang mereka memiliki kebiasaan, tabiat atau tugas seperti itu, cukup dimaklumi saja.

Kalau blogger salah, ya wajar, namanya juga manusia. Akan tetapi kesalahan (atau apa yang dianggap sebagai kesalahan) harus segera diklarifikasi. Harus direvisi supaya info yang diberikan menjadi lebih akurat, benar dan lebih mencerahkan pembacanya.

Tulisan ini ane buat, bisa jadi “menghantam” ane sendiri sebagai blogger, nggak masalah, anggap saja introspeksi. Dan ane mohon maaf jika dalam tulisan ini terdapat kata-kata yang menyinggung perasaan. Semoga tulisan ini ada manfaatnya.

Wassalamu’alaikum wR wB.

 

Advertisements

$where = 0;

25 responses to “Dilema Blogger Diantara Pabrikan, Salesmen, Fansboy dan Konsumen

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan