MotoGP : Seberapa Besarkah Permasalahan Klep Bagi Engine ?

Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh
Semoga Allah senantiasa menyelamatkan kita semua dari berbagai wabah penyakit dan segala marabahaya.

Dalam balapan motogp hari minggu kemarin, terlihat valentino rossi berhenti di pinggir lintasan. Motor yamaha m1 mogok ketika memasuki lap ke-5, kemungkinan besar karena mesinnya failure (gagal kerja). Dan iwf sinyalir penyebabnya adalah kelemahan atau cacat pada klep (valve) nya, yang memang sempat menjadi perbincangan hangat beberapa hari sebelumya.

Tentu saja valentino rossi kecewa, balapan yang seharusnya menjadi penghibur hatinya setelah sembuh dari inveksi covid-19, ternyata berakhir dengan cukup “tragis”. Mogoknya m1 miliknya tidak membuat rossi gusar, tapi malah tertawa. Barangkali karena rossi sudah tahu penyebabnya, akan tetapi kok secepat itu motornya mogok. Kalau dalam bahasa orang sini :

“Yaah yaaah kejadian dech”.

Jika memang permasalah klep menjadi penyebab utama mogoknya motor valentino rossi, sejauh mana sih pengaruhnya terhadap performa engine ? Mari kita obrolin bareng-bareng…

Iwf sudah sering mengulas permasalahn klep di beberapa artikel di blog motogokil.com ini, diantaranya :

Jadi memang kinerja klep/valve sangatlah besar pengaruhnya terhadap performa engine. Karena kerja bareng antara klep, nokenas, ECU sebagai pengatur injector dan ignition (pengapian) merupakan aktor utama untuk menentukan ritme naik-turunnya performa engine sesuai dengan yang diinginkan. Klep harus presisi mengikuti permintaan noken as dalam membuka dan menutup saluran intke maupun exhaust. Ketika ia mulai berubah bentuk (misalnya batang klep semakin panjang), maka semua perhitungan akan menjadi kacau, dan performa engine akan drop jauh.

Misalnya ketika seharusnya klep tertutup rapat, akan tetapi karena batang klep bertambah panjang (misalnya 0.1 mm), maka klep akan terbuka sedikit. Dan mesin akan kehilangan sebahagian kompresinya, dan pastinya power akan turun. Apalagi kalau klep sampai patah, maka payung klep akan mengganjal piston saat naik melakukan langkah kompresi/buang. Dan mesin akan mogok dengan berbagai kerusakan mulai dari piston jebol, stang piston bengkok atau patah dan crankshaft oleng.

Jangan-jangan klep motor yamaha m1 rossi patah, sehingga mesinnya mogok. Meskipun belum mencapai tingkat kelelahan maksimum, bisa saja klep patah karena kesalahan metalurgi penyusun klep. makanya jangan heran jika motornya rossi mogok, meskipun baru 5 lap. Dan kerusakan seperti ini adalah sangat lucu dalam dunia balap, karena part yang bersifat mekanik sudah didisain sedemikian rupu sehingga sangat kuat dan tahan banting. Keausan karena jam pemakaian sangatlah mungkin, akan tetapi kalau sampai pecah ataupun patah karena pemakaian normal, bisa dikatakan sangatlah jarang terjadi atau bahkan tidak mungkin terjadi. Makanya valentoni rossi tertawa mensikapi motornya yang mogok tersebut.

Apakah mas bro punya opini lain, kenapa mesin motor m1 nya valentino rossi mogok ? Monggo komennya…

Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wa rochmatullohi wabarokatuh.

Advertisements

$where = 0;

One response to “MotoGP : Seberapa Besarkah Permasalahan Klep Bagi Engine ?

  1. yamaha salah pengembangan mesin. mereka mau fokus ke meningkatkan top speed tp malah jd gak balance, ya begini, beda sekali sama suzuki

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan