Bimota-Kawasaki Berencana Lahirkan KB-4. Motor Kecil Bertenaga Besar

Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh
Semoga Allah senantiasa menyelamatkan dan memberkahi kita semua, di mana pun kita berada, aamiin.

Seperti diketahu pada artikel sebelumnya, bahwa kawasaki sudah mengambil alih saham kepemilikan bimota sebesar 49,9 %. Otomatis kawasaki memiliki kemampuan untuk mempengaruhi, mengenai apa saja keputusan yang diambil bimota. Termasuk dalam usaha melahirkan kembali motor  dengan seri kb.

Dahulu kawasaki dan bimota juga sering berkolaborasi dalam membangun kb1, kb2 dan kb3. Bimota kb1 (kawasaki-bimota 1) dibangun di tahun 1978-1981, yaitu rangka bimota dengan engine kawasaki 900 z1. Penampakannya seperti ini..

Gambar 1. Bimota KB-1

Ternyata bimota bekerja sama dengan banyak pabrikan motor lainnya. Dan motor yang dibangun bersama pabrikan rekanan diberi seri seingkatan sesuai dengan huruf depannya. Misalnya kawasaki-bimota (kb), yamaha-bimota (yb), suzuki-bimota (sb), honda-bimota (hb), bmw-bimota (bb), ducati-bimota (db), harley davidson-bimota (hdb) dan gilera-bimota (gb). Sedangkan motor dengan engine yang dibuat bimota sendiri diberi pengenal dengan seri v-due dengan engine 2-tak 500cc, yang dibangun mulai dari tahun 1997 sampai dengan tahun 2005 dalam jumlah yang sangat terbatas.

Gambar 2. Bimota V-Due dengan engine 2-tak yang digunakannya

Konsep yang dikembangkan oleh bimota dalam membangun sepeda motor dengan seri-kb ini adalah bodi kecil tenaga besar. Kecil dan rampingnya bodi disumbangkan oleh desain rangka yang kompak oleh bimota. Dan besarnya tenaga yang besar dihasilkan oleh engine dengan power besar. Untuk seri kb4, bimota menggunkana engine kawasaki ninja 1000 sx.

Bodi besar ninja 1000 sx yang seperti ini

Gambar 3. Kawasaki ninja z 1000 sx

Diambil mesinnya dipasang di frame yang dibuat bimota, sehingga bodinya menjadi ringkas dan kompak, tentu saja menjadi lebih kecil ketimbang kawasaki ninja z 1000 sx.

Gambar 4. Bimota kb-4

Mari sekarang bayangkan (lihat spesifikasi kawasaki z 1000 sx dan bimota kb-1 di bagian bawah artikel), kawasaki ninja z 1000 (tahun pembuatan 2020), dengan power 142 hp dengan bobot 239 kg, berarti pwr-nya 0,594 hp/kg top speed nya bisa mencapai 300 kpj. Bimota kb-1 (tahun pembuatan 1978)  dengan power 84 hp dengan 190 kg, berarti pwr-nya 0,44 hp/kg, bisa mencapai top 237 kpj. Nah sekarang jika engine ninja z 10000 dengan power 142 hp dan dengan bobot yang hampir sama yaitu 190, berarti pwr-nya  0,747 hp/kg, maka bisa dipastikan top speed-nya dengan mudah melebihi 300 kpj.

Menurut juru bicara bimota, motor bimota kb-4 ini direncanakan siap pra-produksi untuk musim panas tahun 2020 ini. Bimota kb-4 akan menggunakan empat silinder 1.043 cc dari kawasaki ninja 1000 sx dan akan dipasang di dalam sasis multitubular baru yang dikembangkan oleh bimota.

Model kb-4 ini akan memanfaatkan kelebihan dari pengembangan elektronik yang sudah dicapai kawasaki, seperti throttle elektronik atau cruise control. Dan sesuai denga ide awal yaitu sepeda motor ukuran 600 dengan kekuatan mesin 1000. Dan ini sesuai dengan saat awal merek kb-1, di tahun tujuh puluhan yaitu menciptakan sepeda motor dengan ukuran seperti motor dengan kapasitas 500 cc, dengan performa layaknya motor dengan engine 1000 cc.

Kita tunggu saja hasil akhirnya di pertengahan tahun 2020 ini. Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh.

Spesifikasi Kawasaki Ninja z 1000 sx

Kawasaki Ninja 1000 Features

ABS Dual Channel
Mobile Connectivity No
Riding Modes Yes
Traction Control Yes
Power Modes Yes
LED Tail Light Yes
Speedometer Digital
Odometer Digital
Tripmeter Digital
Fuel gauge Yes
Kawasaki Ninja 1000 Specifications

Engine and Transmission

Engine Type In-line Four, 4-stroke, 16-Valve, DOHC
Displacement 1043 cc
Max Power 142 PS @ 10000 rpm
Max Torque 111 Nm @ 7300 rpm
No. of Cylinders 4
Cooling System Liquid Cooled
Valve Per Cylinder 4
Drive Type Chain Drive
Starting Self Start Only
Fuel Supply Fuel Injection
Clutch Wet, Multi-Disc
Ignition Digital
Transmission Manual
Gear Box 6 Speed
Bore 77 mm
Stroke 56 mm
Compression Ratio 11.8:1
Features and Safety
ABS Dual Channel
Mobile Connectivity No
Speedometer Digital
Tachometer Analogue
Odometer Digital
Tripmeter Digital
Fuel Gauge Digital
Console Analogue and Digital
Pass Switch Yes
Clock Yes
Riding Modes Yes
Traction Control Yes
Power Modes Yes
Additional Features Kawasaki Traction Control (KTRC), Kawasaki Intelligent anti-lock Brake System (KIBS), Power Mode, Kawasaki Corner Management Function (KCMF)
Stepup Seat Yes
Passenger Footrest Yes
Mileage and Performance
ARAI Mileage 9 Kmpl
Chassis and Suspension
Chassis Aluminium Twin-Tube
Body Type Super Bikes, Sports Tourer Bikes
Front Suspension ø41 mm inverted fork with stepless compression and rebound damping and spring preload adjustability
Rear Suspension Horizontal Back-link, gas-charged, with stepless rebound damping and spring preload adjustability
Dimensions and Capacity
Length 2100 mm
Width 790 mm
Height 1185 mm
Fuel Capacity 19 L
Saddle Height 815 mm
Ground Clearance 130 mm
Wheelbase 1440 mm
Kerb Weight 239 Kg
Underseat storage No

 

Spesifikasi Bimota KB-1

Make Model Bimota KB1
Year 1978
Production 827 units
Engine (Kawasaki Z1000) Four stroke, transverse four cylinder, DOHC, 2 valves per cylinder
Capacity 1015 cc / 61.9 cub. in.
Bore x Stroke 66 x 70 mm
Compression Ratio 8.7:1
Cooling System Air / oil cooled
Induction 4x 28mm carburettors
Ignition
Starting  Electric
Max Power 62.6 kW / 84 hp @ 7950 rpm
Max Toque 79.4 Nm / 8.1 kg-m / 58.6 lb-ft. @ 6500 rpm
Transmission 5 Speed
Final Drive Chain
Frame  Multi-tubular backbone
Front Suspension 36mm Marzocchi or a 35 mm reinforced Ceriani front fork
Rear Suspension Corte & Cosso, built by De Carbon. The swing arm chrome molybdenum sheet metal
Front Brakes 2x 260mm discs
Rear Brakes Single 260mm disc
Dry Weight 190 kg / 418.9 lbs.
Top Speed 237 km/h / 147.3 mph
Advertisements

$where = 0;

3 responses to “Bimota-Kawasaki Berencana Lahirkan KB-4. Motor Kecil Bertenaga Besar

    • terimakasih sudah berkunjung ke blog kecil ini

      • Maaf nih agak oot mas iwb
        Saya mau nanya nih, lebih efektif mana antara semisal motor kubikasi 110 cc di bore up / stroke up atau diganti jeroannya pake material kelas wahid tp dgn kubikasi yang sama ?

        Maturnuwun

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan