Daily Archives: December 24, 2019

Prinsip Kerja Timing Chain (Rantai Kamprat) dan Solusi Masalahannya

engine timing cam gear-motogokil

Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh

Semoga Allah senantiasa merahmati kita semua, di manapun kita berada, aamiin.

Kembali kita menyusup ke dalam ruangan mesin (engine) seolah-olah ingin berkenalan dengan komponen/part apa saja yang berada di dalamnya. Seperti yang pernah iwf ulas di artikel sebelumnya, bahwa untuk memahami prinsip kerja engine motor maka kita harus memahami peran dari part yang menyusunnya. Sebelumnya iwf sudah pernah membahas mengenai tutup silinder, kepala silinder, klep, noken-as, nah sekarang lanjut ke rantai keteng (kamprat, timing chain).

Dalam kondisi normal, rantai keteng atau kamprat tidak akan pernah terlihat. Karena posisinya di dalam, dan memang harus terus-menerus terlumasi oleh oli (pelumas) karena merupakan komponen yang bergerak dengan kecepatan yang tinggi. Fungsi kamprat sangatlah fital, jika kamprat menurun fungsinya, maka performa engian akan turun secara signifikan.

Fungsi kamprat adalah menghubungkan putaran pada poros crankshaft (bandul/roda gila) dan poros camshaft (nokenas). Sehingga terjadi kesingkronan antara naik turunnya piston dan naik-turunnya klep intake dan exhaust. Ketika piston bergerak kebawah, klep terbuka. Dan ketika piston naik ke atas klep tertutup. Sehingga tidak terjadi tumbukan antara klep dan piston, yaitu klep bergerak ke bawah sementara piston bergerak ke atas. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada animasi berikut.

engine-02

sumber : animagraffs

 

Perhatikan animasi di atas, dengan pengaturan dan sikronisasi yang tepat, empat piston dan 16 klep (valve) bergerak selaras. Sehingga bisa dipastikan selama tetap dalam kondisi seperti ini, maka tidak akan terjadi tumbukan antara klep dan piston. Semua itu karena kamprat (timing chain) yang menghubungan gerakan piston dengan gerakan klep. Sehingga jika kamprat sampai putus, maka engine bagian dalam akan rusak parah, yaitu : Continue reading

Advertisements

Perkawinan Stroke PCX 150 dan Bore SH150i Ver.2020 Lahirkan Engine 165 CC, dengan Power 20 HP

skutik super honda

Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa baroaktuh
Semoga Allah senantiasa menyelamatkan dan mengaruniai kita kesejehteraan kita semua di manapun kita berada

Tagline ” Semua akan naik matik pada akhirnya ” sepertinya lambat laun menuju kenyataan. Ibu-ibu, bapak-bapak, remaja dan anak muda bahkan kakek–nenek semuanya suka naik matik. Karena matik memberikan banyak kemudahan dan kepraktisan serta fitur-fitur yang menyenangkan. Bahkan para rider yang terbiasa berbangga dengan motor supersport-nya, akhrnya naik matik juga.

Menurut iwf, kondisi lalulintas, kualitas jalan dan kualitas angkutan umum masal turut serta menjadikan motor matik sebagai sarana angkutan yang paling pas. Bahkan meskipun iwf tidak begitu suka naik matik, karena masih belum klik dengan jiwa, akan tetapi harus diakui bahwa pada saat tertentu memang matik memberikan “sesuatu” yang dibutuhkan.  Dan terlihat sekali hal ini benar-benar dimanfaatkan oleh pabrikan motor untuk mencoba memanfaatkan momentum ini.

Beberapa tahun sebelumnya terjadi pertempuran berdarah-darah memperebutkan pasar motor bebek. Sempat juga muncul persaingan ketat memenuhi pangsa pasar motor sport kecil (150 cc- 250 cc), yang kemudian segera tertutup oleh gemuruh persaingan dan perebutan pangsa pasar motor matik secara umum, mulai dari 110 cc sampai 250 cc. Akan tetapi saat ini mulai masiv muncul ke permukaan persaingan matik kelas gambot (maxi) yang didominasi oleh kelas 150 cc. Menurut iwf membesarnya kelas ini sebagai akibat, mulai sesaknya jalanan, sehingga pengguna motor sport merasa jengah dan akhirnya berduyun-duyun beralih ke matik yang bertenaga cukup besar yang mampu mewakili “feel” saat naik motor sport.

Saat ini honda juga ikut bermain menyemarakkan pasar matik 150 cc. Dan honda mempersenjatai pasukannya dengan dua basis engine yang memiliki karakter yang sangat berbeda. Yang selama ini dikenal di tanah air yaitu engine vario 150, pcx 150 dan adv 150 dengan konfigurasi overstroke yang pasti memiliki karakter powerful di putaran bawah dan irit. Sedangkan yang akan rilis di eropa yaitu basis engine yang akan digunakan di model sh150i versi tahun 2020, yang memiliki konfigurasi overbore dengan karakter powerful di puataran atas.

Sangat jelas dua model engine matik (skuter matik) ini memang didisain untuk ekosistem yang berbeda. Yang overstroke sangat cocok untuk daerah yang sering macet, jalan-jalan sempit dan pendek, jalan penuh tanjakan yang berliku-liku bahkan cocok untuk jalan yang sedikit rusak. Sedangkan yang overbore cocok untuk jalanan yang relatif lebih lancar, halus dan panjang.

Apabila diperlukan sangatlah mungkin honda mengawinkan 2 kelebihan dari dua engine yang memiliki karakter berbeda ini. Yaitu dengan mengawinkan karakter overbore pada engine sh150i versi 2020 dengan karakter overstroke engine vario 150. Dan inilah yang akan dilahirkannya, suatu engine dengan karakter yaang jauh berbeda dengan engine-enginr sebelumnya… Continue reading