Ketika Marquez Menjadi Seperti Stoner, Malapetaka Siap Menghadang Honda

Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh

Semoga Allah senantiasa menyelamatkan kita saat diperjalanan dan mensejahterakan kita saat sampai di tujuan.

Dulu saat casey stoner tampil begitu memukau mengalahkan valentino rossi di masa jayanya tahun 2007, ia tampil dominan mengandarai ducati. Keberhasilannya tidak diikuti oleh rider ducati lainnya, karena memang saat itu ducati dikenal dengan motor dengan performa tertinggi dengan desmodromiknya akan tetapi susah belok. Skil alami dan style stonerlah yang mampu menjinakkannya, sementara rider yang lain harus bersusah payah untuk tidak ketinggalan.

Dan dengan keperkasaannya akhirnya stoner berhasil menekuk pedrosa dan rossi. Ia menjadi juara dunia motogp tahun 2007 dengan selisih poin yang cukup jauh dibandingkan pedrosa yang menempati posisi-2. Selsihnya sampai 125 poin, dimana stoner 367 poin dan pedrosa hanya 242 poin. Bahkan dengan kedigjayaannya stoner mampu memberikan ducati triple crown di tahun tersebut.

Stoner-Pedrosa-Rossi-Lorenzo

Tapi apa yang terjadi pada tahun berikutnya, ketika stoner menurun, maka semua rider ducati juga menurun dengan cukup signifikan, alias anjlog. Di tahun 2008 stoner menempati posisi-2, sementara rider ducati lainnya hanya menempati posisi 12-13-17. Di tahun berikutnya 2009 semakin parah, stoner menempati posisi-4, sementara pasukan ducati lainnya menenmpati posisi 13-15-16-18-19.

Kesimpulan iwf (sementara) semakin terfokus riset balap pada satu rider (seperti stoner), maka semakin sulit pembalap lain menyesuaikan diri dengan motornya. Dan hal seperti ini akan diikuti honda pada tahun 2020 nanti, bahwa hrc tetap memfokuskan riset honda rc213v-nya  berdasarkan masukan-masukan dari marc marquez.

Bahkan ketika marc marquez minta motor yang lebih kencang lagi, hrc pun kemungkinan besar akan menyediakannya. Hal ini sangat masuk akal karena marc marqquez telah membuktikannya di tahun 2016 sampai dengan 2019 ini hanya dialah yang mampu menaklukkan honda rc213v dan memberikan hasil yang memuaskan bagi honda (tim repsol honda).

Dan inilah yang dikatakan marc marquez dalam suatu kesempatan wawancaranya :

“…target saya adalah memiliki motor tercepat…
tidak masalah motor itu sulit atau tidak, yang saya inginkan adalah mencoba untuk menang. “

MM93 testing honda rc213v 2020 in Circuit Ricardo Tormo Valencia

Nah sudah tahukan apa yang diminta marc marquez pada hrc ? Dan permintaan ini mirip denga apa yang dulu diminta oleh casey stoner pada ducati. Stoner hanya minta diberikan motor terkuat, mengenai handling dan lain-lainnya biar ia (pembalap) yang akan mengatasinya.

Menurut iwf, ketika performa marquez bagus, maka hal ini tidak ada masalah. Dan tahun 2019 ini ia membuktikan pada dunia bahwa ia sendirian mampu memberikan triple crown bagi tim repsol honda. Akan tetapi ketika ia (marquez) down alias terpuruk, maka tidak akan ada pembalap lain yang mampu memberikan poin yang signifikan bagi honda.

Saat ini saja ketika marqquez menempati posisi ke- (juara dunia), pembalap honda lainnya hanya menempati posisi 9-13-19. Apalagi jika motor semakin kencang dan semakin mengikuti keinginan marquez, maka gap antara antara dirinya dan pembalapa lain akan semakin jauh seperti halnya saat stoner berjaya.

Tapi apakah honda akan mengulangi kesalahan ducati ? Entahlah, kalau mereka pintar, tentu saja tidak akan terjadi. Riset mengenai sasis dan penyempurnaan handling akan terus berjalan. Hanya saja menurut iwf jika tetap marc marquez dijadikan acuan satu-satunya, maka sepertinya honda  (hrc) akan menuju malapetaka.

Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum warochmatullohi wa barokatuh

 

Advertisements

$where = 0;

3 responses to “Ketika Marquez Menjadi Seperti Stoner, Malapetaka Siap Menghadang Honda

  1. Tolong dikoreksi, setahu ane regulasi motogp sekarang spek mesin antar pembalap dalam 1 tim harus sama, tapi tuningnya boleh beda apa tidak sih ?

    https://warkopspeed.blogspot.com/2019/11/engine-mekanisme-klep-buang-hidrolis.html?m=1

    • kurang faham
      tapi ya itu jika hanya memperhatikan masukan pembalap dalam membangun motor, maka pembalapa lain akan kesulitan
      karena yang namanya tuning maksudnya fine tuning, daleman engine-nya nggak akan bisa diubah karena sdh disegel

    • Tuning tentu bebas, mengingat banyak track yang berbeda2 dan rider yang berbeda2 tentu tuningnya jg beda2(input ke elektronik, pilih ban, setting suspensi, dll. regulasi kan membatasi tentang merubah yang sudah di lock, seperti engine,aerodinamic,sassis,electronik(unlock), dll

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan