Mengukur Kapasitas Blogger Otomotif di Mata Pabrikan


Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan


Dulu seorang blogger otomotif (menurut iwf) adalah sebuah agen yang menjadi rujukan orang-orang yang ingin mencari pemahaman tentang otomotif (r atau r4). Lewat tulisan-sulisan blogger tersebutlah banyak orang (calon knsumen tercerahkan) karena mendapatkan informasi yang hampir mendekati kebenaran. Karena sering kali sang blogger menuliskan sesuatu yang dialaminya sendiri (juga orang lain) tanpa diintervensi oleh siapapun, benar dan-atau salah opini yang dituliskan murni karena dirinya sendiri.

Saat itu tentu saja para pembaca penggemar otomotif mudah memilih mana blogger yang akan menjadi blogger favorit bagi dirinya. Favorit menurut pembaca bisa dilihat dari salah satu aspek, atau bahkan beberapa aspek yang komprehensif yang menurutnya berguna bagi dirinya. Seperti memperkaya informasi, memberi pembekalan untuk ketrampilan/keahlian tertentu yang akan dipraktekkan dan lain-lain.

Ketika zaman mulai berubah, blogger otomotif menjadi penting bagi pabrikan (atpm), maka bertambahlah peran blogger, yaitu sebagai media pabrikan. Yang mana blogger dituntut untuk lugas menyampaikan pesan-pesan pabrikan atas produk-produk yang akan dipasarkan. Tentu saja saat itu fungsi blogger menjadi bertambah yaitu sebagai papan iklan dan garda terdepan dalam menjaga aura positif suatu pabrikan di mata pencinta otomotif.

Tidak ada masalah, karena memang seperti itulah pertumbuhan sebuah blog dari bayi menuju kedewasaannya. Dan seperti itu pula kondisi blog atau media maya di seluruh dunia, sampai saat ini kalau sebuah blog ingin berjaya di dunia maya, harus mengikuti “rule” tersebut. Sehingga kapasitas seorang blogger tidak hanya dinilai dari kualitas tulisannya yang mampu mencerahkan followernya, akan tetapi dinilai dari seberapa berharganya dirinya dan blog yang diasuhnya bagi pabrikan.

Dan simbiosis mutualisme tersebut terjadi sebagai dampak sistem ekonomi, karena saling menguntungkan kedua belah fihak. Blogger mendapatkan informasi/bocoran produk juga pemasukan dari pabrikan, sementara pabrikan mendapatkan media untuk memperkenalkan produknya bagi pemirsa blog tersebut. Sehingga saat ini sangat mudah menilai blog/blogger mana yang kapasitasnya mumpuni di mata pabrikan, yaitu

” Yang paling sering diundang pabrikan, terutama untuk event yang terbatas.”

Mengapa demikian ? Karena pabrikan memiliki suatu seksi/badan yang terus menerus memantau informasi pergerakan blogger beserta blognya. Dari informasi tersebut kemudian dilakukan skoring dan terlihatlah kedudukan blog-blogger menurut metode scoring yang diberlakukannya. Itu berlaku umum seperti seorang guru menilai prestasi hasil belajar siswanya melalui ulangan dan ujian.

Bagi iwf dengan motogokil.com-nya hal tersebut wajar dan memang harus begitu situasinya. Iwf dan motogokil.com juga menjalin hubungan kerjasama dengan pabrikan, hanya saja iwf mencoba mewarnai blog motogokil dengan informasi yang menurut iwf lebih bermanfaat bagi pembaca. Bukan hanya sekedar iklan yang mampir berevolusi menjadi sebuah artikel yang homogen di banyak blog lainnya.

Blogger-blogger otomotif yang belum diundang pabrikan jangan berkecil hati. Masih banyak yang bisa dilakukan ketimbang terlalu berharap menjadi rekanan/media pabrikan, misalnya menularkan kabaikan. Kebaikan yang bisa dipraktekkan seperti :

  • Berkendara di jalan umum dengan bekal safety riding yang baik
  • Membantu/mengarahkan para pembaca blog yang ingin merawat/servis/bongkar-pasang kendaraannya, dengan artikel pengalaman diy atau tip-trik
  • Menyampaikan info dan pesan-pesan kebaikan lainnya yang mungkin berguna bagi pembaca di kehidupannya dalam beribadah dan bersosialisasi dengan masyarakat sekitarnya.

Dengan demikian sang blogger dapat menjadikan blog-nya sebagai media yang berfungsi sebagai “penyebar ilmu yang bermanfaat”. Jika artikel-artikel tersebut belum berarti bagi pabrikan sehingga blog ente tidak dilirik, jangan sedih, bisa jadi artikel tersebut sangat berarti bagi pembaca yang membutuhkannya. Tetap semangat menulis artikel yang bermanfaat, sambil diniati ibadah lillahi ta’ala memberikan pencerahan, semoga Allah mencatatnya sebagai amalan yang pahalanya tidak terputus sampai hari kiamat, aamiin.

Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh.

Advertisements

$where = 0;

2 responses to “Mengukur Kapasitas Blogger Otomotif di Mata Pabrikan

  1. Saya lebih suka blog yg iklannya minimal tapi pencerahan ilmunya maksimal (in sya Allah jadi amal jariyah), dibandingkan blog yang iklannya “maksimal” disertai dengan “pembodohan” yang maksimal pula (naudzubillah, akan jadi dosa jariyah). Sekarang terserah blogger-nya mau cari rezeki yang halal dan barokah apa nggak?

  2. Wah jadi pengen ngeblog tp kog kaya gak ada waktunbuat nulis artikel ya

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan