Daily Archives: November 21, 2018

HESD Terlarang Digunakan di MotoGP, Lalu Mengapa Digunakan Honda Saat Tes di Valencia


Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wabarokatuh

Salam sejahtera buat kita semua semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan


Steering dumper adalah part yang terpasang pada yoke (steer) guna meredam getaran yang terjadi. Getaran bisa terjadi karena variabel yang ada pada tingkat kekerasan kompon ban, suspensi depan , aspal sirkuit, mesin dan juga rem depan. Getaran yang berlebih akan membuat pembalap cepat lelah juga menurunkan akurasi handling saat menikung.

Karena itu usaha untuk menurunkan tingkat getaran pada steer (stang) akan sangat membantu pembalap menjaga kestabilan dan handling motor. Apalagi motor bertenaga besar dan superkencang, kekacauan pada steer bisa berakibat fatal. Sayangnya steering dumper mekanik yang sederhana bersifat pasif, sehingga kurang bisa beradaptasi dengan keinginan pembalap. Di satu sisi bermanfaat, di sisi lain justru malah mengganggu, karena tidak fleksibel.

Untuk menjadikan steering dumper adaptif, maka ia bekerja dibawah kontrol. Honda telah mengembangkannya sejak lama (2004 sudah diaplikasikan di cbr rr1000 fireblade), dan tingkat kekerasan dumping-nya ditentukan oleh bekerja tidaknya klep/valve utama yang dikontrol oleh ECU, yang dinamakan honda electronic steering dumper (HRSD). Berikut blok diagramnya… Continue reading

Advertisements

Beberapa Teknologi di MotoGP : Serat Karbon untuk Penguat Frame

Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh

Salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan

Kita sering melihat bagaimana bentuk frame motor yang berlomba di motogp. Terlihat kokoh, kekar dan dari pantulan sinarnya tergambar kekuatan. Akan tetapi ketika frame tersebut dibebani oleh kerja yang super berat , ternyata frame sekokoh itu terkadang masih dianggap kurang kaku (stiff)

Bisa dibayangkan, bagaimana frame sekecil itu harus menanggung beban kerja mesin dengan power sebesar mesin bis jetbus atau truk fuso. Dan frame yang lentur tentu saja menjadikan semua perhitungan tidak presisi, baik saat late braking atau keluar tikungan. Akibatnya ketidak presisian ini maka hasil analisis yang dilakukan ecu menjadi sedikit ngawur, akhirnya performa optimum motor tidak tercapai. Ujung-ujungnya lap time kurang memuaskan, selisih 0.1 detik sudah sangat berharga di motogp.

Untuk meningkatkan kekakuan tentu banyak caranya Continue reading