[MotoGP] Akselerasi RC213V Memang Terlihat Payah, Untung Ada Marquez


mm93 rio hondo 2016

Assalamu’alaikum wR wB

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan


Crash Marc Marquez, begitu menarik untuk dicermati. Karena gaya mm93 sebenarnya sudah berubah drastis dibandingkan tahun lalu, yang sradak-sruduk, dengan moto menang atau tidak sama sekali. Tahun ini mm93 membalap lebih kalem dan realistis, tidak memaksa, yang penting dapat poin optimal sesuai dengan performa yang ada saat itu.

Dan ternyata alasan yang menyebabkan mm93 crash adalah akselerasi. Jika akselerasi terlalau kuat wajar dapat menyebabkan slip pada ban (penyebab utama crash). Akan tetapi ternyata penyebabnya adalah akselerasi yang kurang, lho kok bisa ? Seharusnya akselerasi pas-pasan kan lebih aman dari crash saat di tikungan, tapi mm93 malah ndlosor alias crash.

Mari kita selidiki kronologinya, menurut mm93 sendiri…

Berikut ini komentar mm93 mengenai crash yang menimpanya :

“Sejujurnya aku melakukan race dengan sangat baik mengingat kita banyak mengalami masalah di akhir pekan. Aku sangat dekat dengan podium…dan itu adalah target kita hari ini. 

“Ini terjadi jika kamu kehilangan banyak akselerasi. Kamu harus melakukan recovery melalui titik pengereman dan membalap dengan kondisi seperti ini di 28 putaran sangat mudah melakukan kesalahan. Sebab titik pengereman tidak ada kontrol. Hanya mengandalkan jari dan feelingmu…..

“Selain itu masalah lain adalah lintasan lurus. Secara mental akan sangat mengganggumu khususnya ketika tidak bisa mengikuti lawanmu. Tapi aku tahu Honda bekerja keras. Aku percaya dengan Honda..”

“Power ada namun kita tidak bisa menggunakannya. Jadi kita harus mengerti dengan baik apa yang sebenarnya terjadi. Menurutku jika membuat ranking soal akselerasi maka urutannya adalah…Ducati, Yamaha, Suzuki, Honda. Dengan Ducati kita banyak tertinggal…Yamaha dan Suzuki sedikit...”

Sayangnya mesin sudah disegel dan tidak bisa melakukan upgrade di sektor ini.

“Yang paling penting saat ini adalah kami tahu kelemahan yang harus diperbaiki. Namun pada saat yang sama sangat sulit melakukannya karena engine dibekukan..

Jika disarikan maka penyebab terjadinya cras mm93 di le mans adalah :

  1. Akselerasi kurang bahkan paling lambat jika dibandingkan ducati, yamaha dan suzuki
  2. Agar bisa memangkas laptime (karena poin 1), maka waktu melibas tikungan harus lebih cepat (dengan late braking, masuk inner line, langsung gas full)
  3. Dengan kondisi 1 dan 2, selama race, pembalap sangat dekat dengan kesalahan. Karena titik pengereman tidak ada kontrol (di luar kebiasaan/out of box) dan sangat mengandalkan gerakan jari dan feeling. Disinilah mm93 melakukan kesalahan
  4. Mental akan terganggu, jika kalah akselerasi dilintasan lurus dan merasa power ada tapi tidak mampu mengguakannya. Barangkali inilah yang memicu kesalahan mm93 (poin 3).

Apa betul akselerasi rc213v mm93 begitu mengecewakannya ? Mari kita perhatikan data topspeed, karena topspeed terkait erat dengan akselerasi saat keluar dari tikungan sebelum lintasan lurus, dan akselerasi setiap gigi nya saat dilintasan lurus tersebut.

topspeed qatar 2016 race

topspeed race

topspeed average 2016 texas

topspeed average 2016 jerez topspeed average 2016 le mans

Parah ya, topspeed mm93 rata-rata diatas urutan 10 (qatar nomor 9, argentina nomor 15, texas nomor 14, jerez nomor 8 dan le mans nomor 16). Lalu bagaimana dengan top speed yang payah tersebut mm93 masih bisa pole position (2 kali), selalu berada di front row dan menang balapan (2 kali) ? Itu karena talenta dan skill mm93, karena prestasi tersebut tidak bisa dicapai oleh dani pedrosa dengan motor yang relatif sama. Untung hrc memilki marc marquez, kalau tidak bisa hancur berantakan prestasinya balapan tahun ini.

Lebih dan kurangnya mohon maaf. Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wR wB

Advertisements

$where = 0;

22 responses to “[MotoGP] Akselerasi RC213V Memang Terlihat Payah, Untung Ada Marquez

    • penyebab terjadinya crash mm93
      1. Top speed berbanding terbalik dgn akslerasi, semakin tinggi top speed, semakin lambat akslerasi.
      2. MM dan Dovi masuk tikungan inner line awal untuk mencoba over take VR, sedangkan VR 46 masuk tikungan inner line akhir. sehingga jika memaksakan tetap pada inner line awal hingga akhir motor harus mencapai lean angel semaksimum mungkin. jika tidak bisa mengendalikan akan crash
      3. setelah melewati tikungan ke 5 & 6 (memutar), lintasan mulai menanjak sehingga tikungan ke 7 hampir tak terlihat.
      4, memasuki tikungan ke 7, VR46 membuat gerakan menurut ane mengerem lebih awal dan memasuki tikungan inner line awal.. tetapi nyatanya VR46 melebar dan mengambil inner line akhir. selanjutnya MM & Dovi Crash..

  1. Wani kendel… Sek penting yakin…

    Hati hati ketika ngisi BBM mobil: http://wp.me/p1eQhG-1IW

  2. Ekekekekekkkkk,,,
    Harusnya mas dosen yg gantikan dp26,
    Karena HONDA the power off dream,mm93 mungkin gak tau kelebihan honda yg dohc operakting, jg biar tau setiap kelemahan lawan, utamanya yahama yg pake mesin SOHCEH
    ekekekeekkkkkk,,,,,
    becanda mas dosen

    • off yg itu adalah kontranya on
      power of dream << tulisannya begini

    • HONDA the power of dream –> itu slogan honda mobil bukan honda motor .. ngaco binggo ..

      honda mobil & honda motor –> beda keuangan + beda logo + beda slogan + beda kebijakan management

      • Honda hanya 1,
        pembagian antara roda 2 ,4 , jet dan lain lain ya masalah bisnis saja

        bicara divisi racing,
        itu si nakamoto awalnya di honda racing f1,
        skarang di motoGP

        saya ga bilang div. racing f1 & GP sama atau jadi satu,
        namun adanya sharing hasil R&D atau sharing resource antara honda racing f1 & GP sangat mungkin sekali.

        IMHO selama itu mesin buatan honda ya layak pasang slogan
        the power of dream

  3. bukan tahunnya honda

  4. Yang hebat pak tuwo….fp1 ,fp2,fp3 jelek…start dari no.7 bisa podium 2 ..

  5. Dengan ecu minim fitur elektronik, hanya mesin online four yg superior….

  6. yap, untung masih ada skill untuk balap…sementara untuk pengembangan motor ga ada skill sama sekali…masukan stoner hampir selalu berlawanan dengan MM sementara menurut david emmet, input stoner ke HRC hampir selalu akurat sampai membuat mekanik HRC keheranan…

    MM lemot—>MM mewek ke HRC—>HRC bingung mesin ga bisa diotak atik lagi—> HRC mewek ke dorna minta aturan dirubah

    itu hukum sebab akibatnya

    intinya pengembangan RCV di tangan MM gagal total….

    • 2 th berturut2 persembahkan tropi adalah bagus musim 2013-2014
      dgn beberapa kemenangan in row
      itu yg bisa saya apresiasi, jika kita melihat sisi positif scara lbih bijak,

      nyalakan lilin saat mati lampu lbih bijak daripada mengutuki gelap yang menghampiri

      • Tahun pertama MM dia diberi akses 100% ke data telemetri stoner untuk dipelajari + ssg yang sudah jadi sementara tim lain ga punya… jadi memang 2 tahun itu MM menguasai bukan pure skill tapi dengan backup yang sempurna dibelakangnya

        Melihat sisi positif bagus tapi jangan lupa tidak semua hal positif itu bersih, ada beberapa hal yang membuatnya jadi positif seperti yang ane bilang

  7. Betul, untung ada Marquest, kl ga moto gp hanya nonton pembalap Yamaha saja dipodium! ga ada perjuangan! nyantai saja kaya touring! spt minggu kemarin slg bergilir Lorenzo, Rossi dan Marquest crash! moto gp jd hambar!

  8. kalah = pecundang

    mbih dikin sitir mode on 😆

  9. Sekali lagi…..
    Semua adalah satu kesatuan yang hebat.
    Rider hebat tanpa motor hebat = nol besar (ga maksimal), bgitu pula sebaliknya.

  10. untung tahun kemarin yamaha ada lorenzo dan rossi…

  11. TERBUKTI skill mm diatas rosi

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan