Daily Archives: April 8, 2014

[Ngaji Islam] Pemilu, Demokrasi dan Syari’at Islam

partai Islam

mukadimah4

Besok rakyat Indonesia melakukan coblosan pemilu untuk memilih wakil rakyat dan kemudian presiden. Bagi sebahagian besar rakyat Indonesia pelaksanaan pemilu merupakan pesta demokrasi dengan kebolehan untuk memilih atau tidak memilih (golput). Bagi simpatisan partai, wajib memilih. Bagi orang awam terserah, kalo ada amplopannya ikut memilih, atau yang golput bisa liburan ke tempat wisata. Tapi bagi kaum muslimin yang konsisten terhadapa syari’at Islam, beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, mengikuti sunnah Rosululloh SAW, menuntut ilmu syar’i dan berjuang jihad fi sabilillah menegakkan kalimat Allah di muka bumi, merasakan kebimbangan, ikut atau tidak ikut pemilu.

Yang berkayakina pemilu dan demokrasi adalah sistem kafir, pasti langsung meyatakan golput. Yang mengikuti beberapa pendapat ulama tentang pemilu, baik yang menyarankan untuk golput maupun yang menyarankan untuk ikut, menjadi banyak pertimbangan (ragu-ragu). Berikut ini beberapa dalil yang terkait dengan pemilu :

1. Mengharamkan Pemilu Karena Merupakan Sistem Kafir yang Mengundang Banyak Kemaksiatan dan Kedurhakaan kepada Allah SWT.

Jika diringkas, pelaksanaan pemilu akan bertentangan dengan syariat Islam, yaitu :

  1. Menyamakan orang laki2 dan orang perempuan dalam hal suara, padahal dalam hal kesakasian Allah SWT membedakaannya. Salah satu dalilnya “Dan laki-laki tidaklah seperti perempuan.” (Qs. Ali ‘Imraan: 36).
  2. Menyamakan suara orang yang sholih dengan orang yang berdosa, padahal Allah SWT membedakannya : “Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir). Mengapa kamu (berbuat demikian); bagaimanakah kamu mengambil keputusan?” (Qs. al-Qalam: 35 – 36)
  3. Memilih orang yang mencalonkan dirinya untuk dipilih. Padaha Rosululloh SAW memberikan sinyalemen kebinasaan dengan cara ini, Hadits yang shahih Riwayat al-Bukhari dan Muslim: “Jika engkau menjadi pemimpin karena (berambisi) mencarinya maka engkau akan diserahkan kepadanya (tidak akan ditolong oleh Allah).”
  4. Sebahagian besar masyarakat memilih orang yang tidak diketahui kemuliaan akhlaqnya, agamanya dan amal sholihnya. Dan ini sangat beresiko baginya di akhirat kelak : “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya.” (Qs. al-Israa’: 36)
  5. Hukum yang diambil seringkali bertentangan dengan syariat Islam, padahal yang menentukan hukum haram dan halal adalah Allah SWT. Maka patutkah aku mencari hakim selain Allah?” [QS. Al-An’am: 114], juga Firman Allah yang lain Katakanlah: “apakah aku akan menjadikan pelindung selain Allah yang menciptakan langit dan bumi, padahal Dia lah yang memberi makan (rizki –pen) dan Dia tidak diberi makan?” Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintahkan agar menjadi orang yang pertama berserah diri (kepada Allah –pen). Janganlah sekali-kali kamu termasuk golongan orang-orang musyrik.” [QS. Al-An’am: 14]
  6. Menghikuti pemilu dan demokrasi bisa mengantarkan kaum  muslimin terlepas dari syariat Islam, padahan Rosululloh SAW mengancam dalam sebuah hadits : ”Barangsiapa yang berkata “aku berlepas diri dari Islam.” Apabila ia berdusta, maka keadaanya sebagaimana yang ia katakan. Apabila ia jujur, maka ia tidak akan kembali kepada Islam dengan selamat.” [HR. An-Nasa’i no. 3712, Ibnu Majah dan Al-Hakim, dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu]

2. Membolehkan Ikut Pemilu Karena Mengambil Kemudharatan yang Lebih Kecil untuk Menghindari Kemudharatan yang Lebih Besar Continue reading

Advertisements