Daily Archives: February 8, 2014

[DIY] Bongkar Mesin MegaPro, Pengenalan Awal dan Persiapan


mega pro primus

Assalamu’alaikum wR wB

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan.


Belum selesai bongkar Pulsar 180 UG4, ketika sampai pada pembongkaran bak kopling dan bak magnetnya, kok malah teringat dengan pengalaman membongkar engine/mesin honda mega pro 160cc (mega pro primus), karena isi mesinnya mirip banget. Berbekal dengan pengalaman lama ditambah dengan beberapa literatur, ane coba tuliskan pengalaman ane tersebut dalam beberapa artikel tahap pembongkaran mesin mega pro. Tahapnya ada 6, yaitu

  1. Mencopot semua yang menenpel di mesin
  2. Membongkar bak kopling
  3. Membongkar bak magnet/alternator
  4. Menurunkan Mesin
  5. Membongkar head dan silinder
  6. Membongkar blok mesin /crankcase.

Sebelum melakukan pembongkaran sebaiknya dipersiapkan dulu, komponen2 yang mau diganti/dimodif, alat2/tools dan bahan. Continue reading

Advertisements

Pengaruh Panjang Con Rod (Stang Seher) Terhadap Performa Engine

conrod

Assalamu’alaikum wR wB

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalan sampi ke tujuan

Selain perbandingan kompresi (CR/compression ratio), perbandingan bore-stroke (bore stroke ratio) yang menentukan karakter engine, ternyata masih ada satu lagi yaitu perbandingan panjang stang seher terhadap stroke (rod length ratio). Untuk memahaminya ada baiknya kita melihat geometri dari “jantungnya mesin” yaitu silinder, piston, stang seher dan bandul (crankshaft).

diagram-L

Seperti yang pernah ane bahas mengenai pergerakan naik-turunnya piston, pada artikel terdahulu, bahwa salah satu variabel penentunya adalah panjang conrod (L atau l )

equ position piston

Karena itu baik kecepatan piston juga tergantung dari panjang conrod nya, karena merupakan turunan pertama

equ velocity piston

dan akselerasinya merupakan turunan kedua.

equ acceleration piston

Kemudian jika digambarkan dalam bentuk grafik untuk perbandingan (L/r)=panjang conrod : radius crankshaft (stroke/2) = 2, 4 8 dan 20 (hanya untuk simulasi), sehingga diperoleh grafik2 berikut

posisi piston

velocity piston

Akselerasi piston

Dari grafik2 tersebut bahwa semakin panjang conrod-nya (L/r), maka engine akan memiliki keuntungan :

  1. Menyediakan waktu yang lebih lama bagi piston di dekat TMA , sehingg mampu mempertahankan kondisi kompresi tinggi dalam waktu yang lebih lama. Hal ini menjadikan pembakaran yang lebih baik, tekanan silinder lebih tinggi setelah beberapa derajat TMA, dan suhu yang lebih tinggi dalam ruang pembakaran, sehingga sangat cocok untuk mengail torsi di putaran menengah sampai atas.
  2. Karena sudut berkurang, stres pada dinding silinder juga berkurang, sehingga gesekan juga berkurang.
  3. Untuk tinggi dek clearence yang sama, dapat menggunakan piston yang lebih pendek, sehingga piston lebih ringan, dan umumnya memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi pada rpm maksimum.

Kerugiannya juga ada

  1. Efisiensi volumetrik menjadi rendah pada rpm rendah sampai menengah, karena kecepatan aliran udara berkurang.
  2. Tidak praktis, karena terkait dengan panjangnya silinder blok, kamprat dll.

Sedangkan untuk L/r yang lebih pendek, memiliki sifat sebaliknya. Karena sifatnya yang menguntungkan di rpm tinggi, maka beberpa mesin balap, memiliki con-rod yang panjang. Perhatikan Mesin r1 2011, dengan bore yang cukup besar, dan stroke yang kecil, panjang silindernya mengindikasikan ukuran conrod yang panjang.

Yamaha-YZF-R1-2011-engine

Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wR wB.