Muhasabah = PDCA Individu = Kaizen

head-with-pdca-model

Assalamu’alaikum wR wB

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan

Pada dasarnya muhasabah (instropeksi), PDCA (plan-do-check-action) dan kaizen adalah sama, yaitu melakukan perbaikan yang terus-menerus (berkelanjutan). Dan (mungkin) dalam ilmu menajemen ini yang disebut sebagai total quality management, yang berarti melakukan pengaturan yang menyeluruh untuk dapat melakukan perbaikan yang terus-menerus.

Dalam dunia biker dan otomotif, tentunya kita juga bisa menerapkannya, baik secara pribadi, kelompok (klub motor) maupun secara institusi (bengkel atau pabrik motor). Kita mulai yang paling dekat dulu, yaitu diri kita sendiri, dalam membangun kapasitas diri, misalnya di bidang otomotif :

  1. Apakah kita semakin faham cara memperlakukan dan mengendarai motor yang baik ?
  2. Apakah kita semakin faham dengan tunggangan (motor) kita ?

Dan kita bisa menggunakan PDCA untuk meningkatkan dua hal sederhana di atas

pdca2

Misalnya memahami defensif riding :

  1. Rencanakan model defensif riding di jalan umum dari kantor ke rumah
  2. Praktekkan model tersebut
  3. Setelah sampai rumah, periksa beberapa kejadian, apakah model (no.1) efektif untuk dilaksanakan pada situasi tsb atau tidak ?
  4. Jika tidak, rancang model baru yang merupakan perbaikan/koreksi dari model sebelumnya. Jika oke, rancang model baru untuk kondisi perjalanan yang berbeda misalnya turing.
  5. Jika urusan riding sudah ok semua, lanjut ke urusan perlengkapan yang paling penting digunakan, persiapan riding dll.

motorcycle-safety

Sedangkan untuk memahami motor kita, kita bisa lakukan PDCA dengan langkah2 yang sederhana, yaitu bagi dulu bagian2 motor yang ingin kita fahami menjadi beberapa bagian, misalnya roda, suspensi, sasis, mesin, kelistrikan dll

motorcycle cutaway

Selanjutnyaa ambil yang paling gampang, masalah ban

  1. Pelajari dan rencanakan untuk menentukan tekanan udara dalam ban untuk perjalan jarak dekat cuaca dingin
  2. Test ride
  3. Catat beberapa kondisi yang tidak safety dengan tekanan ban saat ini, apakah tekanan ban cocok dengan kondisi yang ada ?
  4. Jika tidak, koreksi tekanan ban, lakukan lagi test ride dan seterusnya, siklus terus berputar sampai ok. Jika sudah ok, lanjut ke model perjalanan yang lain misalnya turing di waktu siang yang panas.
  5. Jika urusan ban sudah faham, kemudian lanjut ke suspensi, sasis, mesin dan seterusnya.

Seperti itulah (kira2 menurut ane) contoh sederhana dari perbaikan yang terus-menerus bagi biker/rider dan otomotif. Contoh selanjutnya yang paling pas adalah yang terkait dengan setingan mesin dan suspensi yang optimum saat persiapan race.

Dan sesungguhnya hal seperti ini sudah merupakan suatu mindset-pandangan hidup bagi kita semua, jika kita ingin maju, dalam bidang apapun.

Memang berat untuk melakukannya, tapi itulah yang dilakukan bangsa2 yang maju seperti jepang, cina, jerman dll. Meskipun mereka “baru” saja dihancurkan, akan tetapi dengan metode yang tepat dalam memperbaiki diri, mereka bahu-membahu sehingga dapat bangkit dalam waktu yang relatif singkat,

images

Sesungguhnya dengan berjalannya waktu, manusia selalu berada dalam keadaan rugi dan nyaris menjadi pecundang (loser), kecuali orang yang beriman kepada Tuhan nya, cinta berbuat kebajikan, saling menasehati dalam menepati kebenaran dan saling menasehati dalam bersabar ketika berjuang.

Wassalamu’alaikum wR wB

Advertisements

$where = 0;

9 responses to “Muhasabah = PDCA Individu = Kaizen

  1. Komen sek baru moco

  2. Org urun rembug/brpendapat/ksh saran aja mlh dicaci Pak..
    Cm gara2 ga sesuai ma nafsunya sendiri..
    Yg lbh parah mlh koar2 (ngiklan) bwt mnjatuhkn org yg ksh saran..
    Sifat kyk gt buruk bgt lo Pak..
    Panganane arek2 iku opo to yooo??
    Yah mgkn inilah cobaan pengamalan sabarrrrrr..

  3. Ya managemen unya kendaraan dan cara mengendarai dan melawatnya ocee

  4. Setuju om. Blog ini memang cocok untuk belajar memahami motor dan menyempurnakan (memodifikasi) sesui dengan kebutuhan.

  5. masalahnya bangsa kita sudah terbiasa kan hal instan, tidak seperti mereka yang sudah diajarkan sejak usia dini. Terutama pendidikan (lingkup terdidik, si pendidik dan sistemnya) contoh kecil dalam lingkup keluarga, berkembang di sekolah hingga di masyarakat. Harus ada “Good Will” dari diri sendiri om admin

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan