Daily Archives: June 3, 2013

[Belajar ECU bag-1] ECU….Ternyata Benar Sesuatu yang Menakutkan bagi Mekanik Sepeda Motor


PA1248278

Assalamu’alaikum wR wB

Salam sejahtera bagi kita semua, semoga kita semua selamat dalam perjalanan sampai tempat tujuan.


Dunia permotoran Indonesia sudah mulai dirasuki oleh sebuah aplikasi FI (fuel injection) yang menimbulkan pro-kontra. Karena kinerja FI selalu berdampingan dengan hadirnya ECU, maka yang menjadi momok yang sangat menakutkan bagi mekanik pada “pinggir jalan” adalah ECU error. Sebagian yang menginginkan up-grade teknologi menganggap system FI suatu kemajuan, karena memberikan dampak penghematan bbm dan emisi gas buang yang rendah (ramah lingkungan). Sebaliknya yang kontra menganggap system FI cuma mengakibatkan mekanik yg tidak mampu mengikuti perkembangan teknologi system FI berkurang pendapatannya, sementara system FI tidak memberikan dampak yg signifikan terhadap penghematan bbm, contoh: ninja 250 Fi-pertamax vs ninja 150 (2-tak)-premium, CBR 250 PGMFI yang FC-nya cuma 28km/lt (pertamax). Hemat di mana???

Dalam kebanyakan sepeda motor di Indonesia, ECU diartikan sebagai Engine Control Unit, sebuah modul yang tugasnya mengontrol kinerja mesin (menentukan nilai AFR dan waktu pengapian) dengan mempertimbangkan masukan dari banyak sensor. Tapi dalam kendaraan yang lebih kompleks, misalnya mobil, ECU sering diartikan sebagai Electronic Control Unit, yang tugasnya mengontrol fungsi2 yang ada dan menampilkannya ke dashboard, seperti mesin, pintu, ac, radiator, dll. Dalam sebuah mobil yang canggih terdapat lebih dari 70 buah ECU yang saling terhubung dengan sebuah jaringan CAN (Controlled Area Network).

Ok, mari kita kupas peralatan ECU pada motor aja yg paling sederhana, sejauh mana-sih kerumitannya? Dapat diakalin nggak oleh mekanik pinggir jalan ? Ngopreknya gimana, bagi speedfreek? Continue reading

Advertisements