[MotoGP] Salah Satu Rahasia Suksesnya Marc Marquez, Mengurangi Peran Kontrol Traksi

Diposting pada

MM style2

Assalamu’alaikum wR wB

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan

Sampai putaran ke-8, Marc Marquez berhasil menjuarai semuanya dengan poin bunder 200. Ada beberapa pengamat mengomentari, bahwa kondisi ini dapat menjadikan pegelaran motogp menjadi kurang enak ditonton. Karena MM seperti tidak tersentuh oleh pembalap lainnya, MM seperti alien yang membalap sendiri di depan. Hal ini sebeneranya cukup mengkhawatirkan, karena dapat menjadikan balapan menjadi kurang bergairah, yang pada akhirnya rating akan menurun.

Lalu apa salah MM jika menang terus ? Tidak ada. Yang salah adalah mengapa pembalap lain tidak mampu mengejar MM. Dan memang MM memiliki trik yang dapat dikatakan sebagai trend setter, yang mana trik tersebut tergambar di judul. Tentunya trik-trik tersebut ada pendukungnya yaitu :

  1. Skill
  2. Style
  3. Teknologi

Masalah skill antara pembalap motogp beda-beda tipis lah. Yang memiliki perbedaan yang banyak adalah kombinasi antara style MM dan teknologi yang digunakan pada motor honda MM. Anehnya bukannya ditingkatkan peran dari teknologi pengontrol elektronik pada motor MM, “tetapi malah dikurangi” perannya. Bagaimana ceritanya…

Marc merquez bisa melakukan aksi-aksinya di tikungan karena skil, style yang ditunjang oleh penurunan fungsi “kontrol traksi” (traction control). Kontrol traksi akan melakukan penurunan performa engine ketika terjadi mis-match, yaitu ketidak sesuaian antara kecepatan ban dengan kecepatan yang seharusnya (slip). Mengenai kontrol traksi sudah pernah dijelaskan dalam artikel ini, dimana pedrosa jatuh karena kabel sensor trkasinya putus.

Jika kontrol traksi bekerja penuh maka saat melakukan gaya ini, menikung sambil sedikit stopie, kemudian menyesuaikan kecepatan ketika ban belakang jatuh ke aspal akan sulit dilakukan.

Gaya Marc Marquez nikung

Begitu pula saat rear wheel steering sulit dilakukan jika kontrol traksi bekerja 100%.

rear wheel steering MM

Oleh karena itu dengan skill dan style MM, kontrol traksi dikurangi perannya 30% sampai 40%.ย  Dengan gaya/style yang dimilki MM pengurangan peranan kontrol traksi justru membuatnya lebih cepat ditikungan, dibandingkan pembalap dengan kontrol traksi 100%.

Hebat ya MM, justru skill nya yang mengendalikan kontrol elektronik pada motornya.

Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wR wB.

 

 

 

 

36 thoughts on “[MotoGP] Salah Satu Rahasia Suksesnya Marc Marquez, Mengurangi Peran Kontrol Traksi

  1. kestabilan Honda disini juga patut diacungi jempol… stoner juga dulu sering waktu di Ducati 1000c (waktu 800cc masih berhasil), tapi malah sering jatuh karena motor liar… tapi di Honda dia berhasil…

    1. tyle yang jadi pemeran
      utamanyaโ€ฆ. beberapa kali
      akhirnya rossi juga ikuti gaya
      marquezโ€ฆ.. CMIIW

      gaya yang mana mas…?

  2. lo bukannya dulu yg dikeluhkan stoner sm rossi ya control traksi ini..krn kmampuan pembalap jd tdk tereksplor..terlalu bnyak perangkat elektronik balapan malah ga seru..tanpa ct balapan lbih menegangkan dgn aksi salip2an dgn gaya rear wheel steering..pembalap yg jago rear wheel steering gary mc coy n rossi

  3. skil yang hebat, straight sekencang2nya sampai mendekati tikungan ngerem depan (medium brake) efeknya sedikit stoppie/ terangkatnya ban belakang sehingga mempercepat turunnnya kecepatan roda belakang sambil persiapan posisi cornering. jika kecepatan masih terlalu tinggi dibantu gesekan Knee or elbow Protector sekaligus memperkecil line saat cornering. keluar tikungan straight lagi. really inspired me, good job Marquez…..

  4. Bukannya pembalap paling hebat adalah mick doohan ya?
    Doohan tu bisa front wheel steering sekaligus rear wheel steering… Yg gw sayangkan pembalap macam Daijiro Katoh, Marco Simmonceli belum terbukti kemampuannya di ajang motogp…

  5. Pembalap hebat dan menghibur selalu punya style seperti ini.. daya juangnya gila2an.. die hard… dulu gw suka banget battlenya rossi vs mc coy.. sangat menghibur…

  6. yang pasti di dukung motor yg top pula…
    skill hebat tanpa motor yg hebat tak akan terjadi 8x podium satu..

  7. Kemampuan sdkt stopie mengurangu beban belakang ketika mengerem, teorinya lebih mudah ban belakang dikurangi kecepatan dibandingkan ban belakang menyentuh dengan aspal, seperti standar tengah motor lebih cepat mengerem. Teknik yang ga terpikirkan oleh pembalap MotoGP lainnya. Salut dan gila juga itu idenya. Tp kelemahan teknik ini kalo ditrek basah saja.

  8. nah ini artikel pencerahan kenapa MM begitu digdaya di moto gp karena mempunyai jurus yang tidak di punyai pembalap lain dan sebagai the next stoner

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan